Lilypie - Personal pictureLilypie Second Birthday tickers

Thursday, October 18, 2012

To Work With Your Passion


……is really a homework for me. Di titik yang sekarang sedang saya jalani, saya menyadari bahwa kenyamanan, semangat bekerja itu bukan terletak pada berapa besar uang yang anda terima setiap bulan dari perusahaan… Tapi…apakah anda mencintai pekerjaan anda...

Saya sudah 3 kali berpindah tempat kerja, tentu dengan alasan gaji. Area pekerjaan saya tetap sama di dua perusahaan, yaitu sebagai Secretary/Personal Assistant. Banyak orang yang bilang kalau udah jadi Ibu, posisi ini cenderung enak karena ga perlu banyak mikir, ga bawa kerjaan ke rumah, cenderung santai (tergantung boss klo ini sih). Oh yes, I could not agree more. Tapi…kesantaian ini membebani saya.

Dua minggu kemaren saya ditinggal boss cuti panjang…bossless and workless..do I happy? Nope. terdengar sangat tidak bersyukur, yes :D. Saya baru bergabung dengan perusahaan sekarang sekitar 7 bulan dan saya mulai bosan. Its not the company, its just me and my passion. Saya sadar sesadar sadarnya bahwa saya tidak melakukan pekerjaan ini dengan senang hati karena memang ini bukan passion saya…. hyiaa truss kenafaaah ngana apply haaah haaah haaah :P…namapun kebutuhan ceu, jadi yah…. Begitulah :P

So, what is really my passion? Sayah pengen berkecimpung di dunia EO hukkkssssss I do really enjoy organizing an event! Tapi marilah kita kepinggirkan dulu saja passion yang itu. Mari membahas passion saya sebagai pekerja. Saya ini sebenernya tipe yang ga betah diem nongkrong di kursi, depan kompie… Saya lebih tertantang kalau saya bisa working outside office macam ketemu klien, atau ngurusin ina ini ita itu…bertemu dan berhadapan dengan orang baru…it was fun :D

Anyway, terjebak 8 jam setiap senin-jumat dengan rutinitas yang itu-itu ajah sebenernya sungguh membosankan. Thanks GOD masih bisa browsing-browsing, blogwalking kalau engga mah heuuuu… kering sungguh mungkin hidup saya inih :P.

Sekali lagi postingan ini bukan dalam maksud tidak mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan ini, karena saya yakin Allah pasti akan memilihkan yang terbaik…dan sekarang mungkin inilah yang terbaik untuk saya dan keluarga. Buktinya ya…beberapa waktu lalu saya dapet panggilan interview di…Bandung! Dan dari sebuah organisasi internasional ternama pula! It’s just a dream come true loh…ee tapi yaa dilalah ga bisalah saya menghadiri undangan interview tersebut… memang blom jodoh cyiiin *lap air mata*

Mungkin sekarang ini yang perlu saya cari tau adalah bagaimana membuat pekerjaan saya ini menarik buat saya, dan bagaimana saya bisa (juga) mencintai hingga saya ga setengah hati menjalaninya. Dan saya tetap meyakini bahwa suatu saat, mimpi saya pasti terwujud…amiin…

Hayukkss…marilah sekarang kita mulai menghitung jam pulang… besok Jum’aaaat…hoyeeeeeeeeeeyyyy

Friday, October 12, 2012

Imut VS Jebag

Sedari kemaren lagi terheran-heran deh liatin Raisya... Ga abis pikir ajah ni bocah koq bisa ya bentuk mukanya itu yang kecil menuju imut gitu (which is sangat kami syukuri...Hamdallah :D)... yang mana sementara itu, muka saya jebag bin gede yang diakibatkan oleh tulang mukanya itu emang udah gede, jadi mau saya kurus juga muka saya tetep gede...hyiaaa apalagi sekarang hiks....
Sementara punya anak cewek ni satu bener2x kebalikannya dari saya... ya mukanya kecil, bentuk mulutnya juga kecil dan tipis, ga gede dan tebel macam saya :P... Jadi membuat saya berpikir, mungkin inilah jawaban dari 'protes-protes' saya sama Allah yang mempertanyakan "mengapakah ya Allah muka saya teh meni gede beginiiih..." dan Allah menjawabnya melalui anak saya.... sekali lagi..Alhamdulillaaaaah :P
Tapi ya...klo dari bayi dulu sih ga keliatan deh ni bocah bakal jadi imut begini....orang waktu bayi ituh dia bulat sangat (ya namapun lahirnya 3,8 :P)...
Dan inilah muka Raisya waktu bayi, around 1 month old dan sekarang, 21 months:

The only thing we share in common is those big eyes :D

iyaaah iyaaaaah...the rest she got from her father... there! I said it *misuh-misuh :P

Selamat wikenan kalian semua.... ^_________^

Anti-Sosial Aka Pemaluw


Perilaku anti sosial (dengan atau tanpa tanda penghubung) adalah perilaku yang kurang pertimbangan untuk orang lain dan yang dapat menyebabkan kerusakan pada masyarakat, baik sengaja atau melalui kelalaian, karena bertentangan dengan perilaku pro-sosial, perilaku yang membantu atau bermanfaat bagi masyarakat.[1] hukum pidana dan hukum sipil di berbagai negara menawarkan solusi untuk perilaku anti sosial.    

 Yang diatas adalah pengertian anti social menurut bang Wiki.

Postingan berikut ini akan membahas betapa sang pemilik blog ini a.k.a Me kerap medeskripsikan dirinya sebagai manusia yang anti social…e tapi hyaa koq serem banget ya ternyata artinya :P. Padahal maksudnya saya sebagai orang yang anti social adalah bahwasannya saya jenis makhluk yang klo ada orang lagi kumpul-kumpul, instead of saya nyamperin trus nimbrung…saya mending melipir ajah. Atau klo misal lagi antri di ruang tuanggu dokter, sebelahan sama Ibu-Ibu juga…udah pasti saya ga bakalan nyapa basa-basi… Atau klo misal ga sengaja buka pintu bareng tetangga di apartemen, udah pasti saya ga bakalan nyapa, paling banter senyum doang. Bukan…bukan saya sombong atau jutek…saya cuman ga bisaaaaa bersosialisasi… ga bisaaaa yang namanya basa-basi. Maka ajaib deh klo sekarang (Alhamdulillah) saya punya banyak temen.

Ini mungkin akibat dari kecil saya emang jarang maen keluar rumah. Begitu pulang sekolah, sampe rumah ya udah ngendon aja dirumah… Terlebih dulu dilingkungan rumah, yang sebaya sama saya rata-rata cowo semua…jadi saya otomatis ga ada temennya. Beranjak remaja, di sekolah…temen2x saya ya saya kenal di kelas atau dari organisasi yang saya ikuti. Saya jenis orang yang takut memulai perkenalan lebih dulu..karena takut ditolak :P. Jadi, saya cenderung bersikap pasif…Menunggu orang kenalan sama saya. Dan, saya dari dulu sangat menyadari kelemahan saya itu. Maka untuk menutupinya, saya mencoba untuk menjadi sosok yang menonjol… Jadi, tanpa saya harus kenalan, orang bisa tau saya. Sekali lagi bukan karena saya sombong ya…Tapi saya ga punya keberanian untuk memulai perkenalan dan pertemanan.

Syndrome ini berlanjut loh sampe sekarang…udah jadi emak2x pula. Manapun sekarang orang temenan bukan cuman di kehidupan nyata tapipun di kehidupan maya. OHHH Iya bangeeet…Saya juga ‘pemalu’ looh di dunia mayaaaa…. Contoh mudah adalah, saya sering banget blogwalking ke tempat2x tetangga..TAPIIII sayah maluuuu mau sekedar naro comment *ahahahhay*, maka saya kemudian cuman jadi silent reader ajah *hedeeeeh parah amet yak. Pun di beberapa group bbm, saya lebih suka jadi pembaca…karena memang di yang sebenernya pun, kalau sedang barengan sama beberapa teman, maka saya akan memilih jadi pendengar dan menyimak percakapan mereka.

Maka, dari kesemuanya itu yang saya khawatirkan adalah pola sosialisasi Raisya…gimaneeeeh dia mau belajar bersosialisasi klo emaknya macem ni puun. Contohnya sekarang, klo sabtu-minggu suka jalan keliling apartemen sambil jemur..kan suka banyak tuh gerombolan para ibu yg juga lagi jemur anaknya…. Hyiwww Alhamdulillah tuh sayah blom pernah niat nyamperin dan ngobrol dan sekalian ajak Raisya kenalan *bad Mama :D. Saya jadinya suka kepikiran gimana kalo ntar Raisya udah mulai sekolah ya…kan pasti ada tuh perkumpulan Ibu-Ibu gituh ya…. Ah…apa saya suruh Ibunya ajah deh yang nemenin *lirik @siecle27

Well..tapi saya tetep belajar koook untuk memulai percakapan terlebih dulu, semoga sifat anti-sosial pemalu ini bisa terkisis sedikt demi sedikit…*better late than never kan yaaaa


gambar dari sini